musim kemarau, air laut tidak bisa dikonsumsi, tanaman tidak bisa disiram air laut, tanaman tidak bisa disiram air gula

Kenapa Tanaman Tidak Bisa Disiram dengan Air Laut?

Banyak yang merasa beberapa hari belakangan suhu udara terasa panas. Bahkan kipas angin dan air conditioner seolah tidak mempan melawan suhu udara yang panas tersebut. BMKG menyebut kenaikan suhu udara ini merupakan siklus normal yang terjadi tiap tahun.

Dan saat ini kita dihimbau untuk waspada karena kita sedang bersiap peralihan menuju ke musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang. Akan ada titik-titik kering di sejumlah daerah yang bisa berdampak pada rusaknya tanaman. Dan masyarakat juga diminta untuk melakukan penyesuaian saat melakukan aktivitas di luar seperti menggunakan pelindung jaket, sarung tangan, payung dan tabir surya.

Berbicara tentang titik-titik kering di sejumlah daerah yang akan berdampak pada rusaknya tanaman, mungkin di antara kita ada yang penasaran, kenapa tidak kita alirkan saja air laut ke daratan untuk menyirami tanaman. Berikut penjelasan logisnya.

Air laut memiliki kandungan garam yang sangat tinggi. Karenanya manusia sebaiknya tidak mengkonsumsi air laut, karena kandungan garam yang tinggi akan menyebabkan dehidrasi. Makin diminum, makin kita kehausan. Hal tersebut terjadi karena garam memiliki kemampuan menyerap air. Karenanya semakin diminum, badan kita akan kekurangan cairan karena diserap oleh garam.

Begitu juga jika disiramkan pada tanaman, maka garam akan menyerap kandungan air yang ada pada tanaman, sehingga tanaman akan kekurangan cairan dan mati. Air gula juga memiliki kandungan yang mirip dengan garam. Air gula mampu menyerap kadar air pada tanaman, dan menghalangi tanaman untuk menyerap air, sehingga lama kelamaan tanaman akan layu dan mati.

Karenanya, agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, tanaman hanya bisa disirami dengan air ledeng atau air sumur ataupun air PDAM.

Itulan penjelasan logis kenapa tanaman tidak bisa disiram dengan air laut.

#  

Kontributor: Difa Yuliansyah
0